<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ashaid's Weblog &#187; 1</title>
	<atom:link href="http://ashaid.wordpress.com/category/1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ashaid.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Dec 2009 16:05:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ashaid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/b6e0b2ed37d6e012ff7581d8b41b49be?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ashaid's Weblog &#187; 1</title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ashaid.wordpress.com/osd.xml" title="Ashaid&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Benarkah al-Qur’an memusuhi orang Yahudi dan Kristen? oleh Leena El-Ali &#8211; Kantor Berita Common Ground</title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/12/23/benarkah-al-qur%e2%80%99an-memusuhi-orang-yahudi-dan-kristen-oleh-leena-el-ali-kantor-berita-common-ground/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/12/23/benarkah-al-qur%e2%80%99an-memusuhi-orang-yahudi-dan-kristen-oleh-leena-el-ali-kantor-berita-common-ground/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 15:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/2009/12/23/benarkah-al-qur%e2%80%99an-memusuhi-orang-yahudi-dan-kristen-oleh-leena-el-ali-kantor-berita-common-ground/</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah al-Qur’an memusuhi orang Yahudi dan Kristen? oleh Leena El-Ali &#8211; Kantor Berita Common Ground 
Blogged with the Flock Browser
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=216&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.commongroundnews.org/article.php?id=26935&amp;lan=ba&amp;sid=1&amp;sp=0">Benarkah al-Qur’an memusuhi orang Yahudi dan Kristen? oleh Leena El-Ali &#8211; Kantor Berita Common Ground</a> </p>
<div class="flockcredit" style="text-align:right;color:#CCC;font-size:x-small;">Blogged with the <a href="http://www.flock.com/blogged-with-flock" style="color:#999;font-weight:bold;" target="_new" title="Flock Browser">Flock Browser</a></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=216&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/12/23/benarkah-al-qur%e2%80%99an-memusuhi-orang-yahudi-dan-kristen-oleh-leena-el-ali-kantor-berita-common-ground/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>THE OLDMAN AND THE SEA DALAM DUA PENERJEMAHAN : MASALAH MEMAKNAI KATA</title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/the-oldman-and-the-sea-dalam-dua-penerjemahan-masalah-memaknai-kata/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/the-oldman-and-the-sea-dalam-dua-penerjemahan-masalah-memaknai-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 03:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[ 
THE OLDMAN AND THE SEA DALAM DUA PENERJEMAHAN : MASALAH MEMAKNAI KATA
 
Membaca sebuah karya terjemahan bagi saya pribadi kadang bisa menjadi masalah kadang tidak. Pada dasarnya keberadaan sastra terjemahan cukup menolong kita yang ingin membaca sebuah karya sastra asing, namun memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa untuk dapat mengerti isi dari suatu karya. Selanjutnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=107&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;">THE OLDMAN AND THE SEA</span></em></strong><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> DALAM DUA PENERJEMAHAN : MASALAH MEMAKNAI KATA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Membaca sebuah karya terjemahan bagi saya pribadi kadang bisa menjadi masalah kadang tidak. Pada dasarnya keberadaan sastra terjemahan cukup menolong kita yang ingin membaca sebuah karya sastra asing, namun memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa untuk dapat mengerti isi dari suatu karya. Selanjutnya yang mungkin menjadi masalah adalah, apakah kita dapat menangkap apa yang sesungguhnya ingin disampaikan oleh pengarang aslinya? Sedangkan yang kita baca bisa dikatakan membaca melalui tangan kedua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bukan berarti menafikan atau mencurigai si penerjemah tidak bisa menyampaikan maksud si pengarang saat ia menerjemahkan sebuah karya pada bahasa yang lain. Akan tetapi sebuah kendala adalah bedanya budaya yang ada apabila si penerjemah tidak begitu faham dengan beragam faktor yang mendukung lahirnya sebuah karya ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sebuah simpulan kecil, penerjemah tidak hanya harus dapat memahami suatu bahasa secara kelengkapan struktur bahasa, makna, dan sebagainya tapi juga ia harus dapat menerima maksud yang pengarang ingin sampaikan, sehingga ketika ia menerjemahkan sebuah karya sastra, ia berangkat dari pemahamannya terhadap isi dan makna, sehingga ketika menerjemahkan ia pun tidak hanya bermain mengartikan kalimat-kalimat, namun ia pun bermain dengan kata-kata untuk dapat menyampaikan maksud yang sama dalam bahasa yang berbeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sebuah karya terjemahan tidak dapat kita bandingkan dengan karya aslinya secara struktur maupun dari gaya bahasanya. Karena sebuah karya terjemahan merupakan wujud baru, kalau boleh dikatakan karya terjemahan adalah hasil pengkhianatan dengan kreatifitas. Makna pengkhianatan yang saya peroleh dari mata kuliah sastra bandingan yang saya ikuti minggu lalu, adalah sebuah tindakan seorang penerjemah dalam mengkhianati karya yang ia terjemahkan agar ia bisa menampung karya yang ia terjemahkan tepat ke dalam bahasa sasaran. Banyak karya sastra asing yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa, apalagi apabila karya tersebut sudah menjadi sastra kanon atau merupakan sebuah <em>masterpiece</em> yang memang dirasa perlu untuk diterjemahkan dalam berbagai bahasa sebagai tanda layaknya sebuah karya untuk dikenal dan diketahui banyak orang di berbagai belahan dunia. The Old Man and The Sea merupakan sebuah <em>masterpice­</em> yang diakui di dunia sastra karya Ernest Hemingway. Banyak ahli bahasa yang telah menerjemahkan karya ini, termasuk di Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ada dua terjemahan dari novel <em>The Old Man and The Sea</em> yang coba saya bandingkan, yaitu terjemahan Sapardi Djoko Damono dengan terjemahan karya Dian Vita Ellyati. Dari awal sudah nampak berbeda, bagaimana Sapardi dan Dian menyampaikan sebuah kalimat sesuai dengan gaya penerjemahan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam terjemahan Sapardi kita dapat menemukan kalimat sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Ia</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> seorang lelaki tua <strong>yang sendiri saja</strong> dalam sebuah perahu menangkap ikan di Arus Teluk Meksiko <strong>dan kini sudah genap delapan puluh empat hari lamanya tidak berhasil menangkap seekor ikanpun</strong>. (Damono, 1975: 5)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sedangkan Dian dengan gaya bahasanya sendiri menerjemahkan kalimat tersebut dalam bahasa sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Adalah</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> seorang lelaki tua <strong>yang pergi ke laut seorang diri</strong> dalam sebuah perahu di Arus Teluk Meksiko <strong>yang telah berlayar selama 84 hari tanpa membawa hasil ikan seekorpun. </strong>(Ellyati, 2008: 3)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Memang secara umum apa yang mereka sampaikan sama saja, namun kita sebagai pembaca tentu dapat memilih mana yang lebih enak dibaca dan mana yang maknanya dapat langsung dirasakan. Bagaimana kita menggambarkan sosok lelaki tua yang sendiri saja dalam kalimat Sapardi dengan sosok lelaki tua yang pergi ke laut seorang diri dalam kalimatnya Dian. Bagaimana kita membaca genap delapan puluh empat hari lamanya tidak berhasil menangkap seekor ikanpun, dengan yang telah berlayar selama 84 hari tanpa membawa hasil ikan seekorpun. Ihwal Sapardi memilih memaparkan sebuah hitungan hari dengan menulisnya dalam tiga suku kata dan Dian yang lebih memilih menuliskannya dalam bentuk angka, dari situ pun kita dapat merasakan mana yang lebih enak untuk kita baca dalam sebuah karya saat pengarang menjelaskan tentang sekian waktu yang telah dilewati seorang lelaki tua di laut, bagaimana kita sebagai pembaca dapat mencoba untuk ikut merasakan cukup lamanya waktu tersebut dilalui oleh seorang lelaki tua sendiri di lautan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Berikutnya contoh perbandingan pemilihan kata lain yang juga berbeda dalam penerjemahan yang dilakukan oleh Sapardi dengan Dian yang menurut saya terasa cukup menimbulkan perbedaan yang signifikan bagi pembaca dalam memaknainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“ya,” kata anak itu. “ Mau kau kutraktir bir di teras dan sesudah itu kita bawa pulang perlengkapan ini?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“kenapa tidak?” kata lelaki tua itu. “kita sama-sama nelayan.” (Damono, 1975: 6)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Perhatikan pula bagaimana Dian dengan penerjemahannya pada kalimat berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“ya,” si bocah menjawab. ”Bolehkah aku menawarimu segelas bir di beranda dan kemudian kita akan membawa peralatan ke rumah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“ kenapa tidak?” lelaki tua itu berkata. “sebagai sesama lelaki.” (Ellyati, 2008: 4)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bagaimana Sapardi lebih memilih kata anak yang mengacu pada tokoh Manolin, dan Dian memilih kata bocah untuk merujuk pada tokoh yang sama. Menurut KBBI<span> </span>anak memiliki makna sebagai<span> </span>keturunan yang kedua; manusia yang masih kecil sedangkan bocah sebagai anak (kecil); kanak-kanak. Secara umum makna keduanya tidak terlalu berbeda jauh, namun ketika telah digunakan dalam penjelasan akan terasa berbeda mengambarkan Manolin yang digambarkan masih dalam wujud seorang anak dan bocah, rasanya bocah lebih cenderung menggambarkan sosok anak kecil yang masih polos dan belum tahu banyak<span> </span>tentang apa-apa, masih lebih suka bermain dan sebagainya. Padahal Manolin tidak seperti itu juga, ia sudah mulai mengerti masalah berlayar, bisa diajak berbincang tentang kenelayanan, <em>baseball,</em> dan sudah mencoba bir pula. Lalu ketika Sapardi lebih memilih kata anak, selalnjutnya ia menggambarkan hubungan Manolin dengan Santiago yang lebih terasa keegaliterannya, mereka berdialog layaknya teman. Berbeda dengan Dian yang masih menunjukkan bahwa pertautan usia yang sangat jauh anatara Manolin dan santiago menimbulkan rasa sungkan dan tingkatan dari manolin kepada Santiago.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Selain itu pula pada kalimat terakhir yang diucapkan oleh Santiago pada Manolin, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sapardi menggunakan kalimat berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“kenapa tidak?” kata lelaki tua itu. <strong>“kita sama-sama nelayan.” </strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Berbeda dengan Dian yang lebih memilih menggunakan kalimat seperti di bawah ini:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“ kenapa tidak?” lelaki tua itu berkata. <strong>“sebagai sesama lelaki.” </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kita sama-sama nelayan dan sebagai sesama lelaki tentunya menimbulkan interpretasi yang berbeda, karena kedua kata tersebut nelayan dan lelaki adalah dua kata yang berbeda bentuk dan makna. Nelayan bisa saja lelaki bisa saja perempuan, tapi lelaki tidak semuanya nelayan. Rasa yang muncul ketika membaca kalimat sebagai sesama lelaki bagi saya pribadi adalah rasa yang lebih maskulin, rasa yang lebih menunjukkan kelelakian yang sebelumnya diterangkan pada tawaran Manolin kepada Santiago. Sedangkan ketika Sapardi menggunakan kita sama-sama nelayan, hal tersebut langsung menimbulkan kesan bahwa apa yang Manolin tawarkan adalah sebuah kegiatan atau hal yang lumrah bagi para nelayan. Selanjutnya hal tersebut kembali lagi pada penerimaan dan pemahaman pembaca. Mana yang dirasa lebih enak dan nyaman, serta maksud yang ingin disampaikan dapat lebih terasa langsung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hal-hal seperti inilah yang seperti saya sampaikan di awal menjadi masalah atau tidak ketika membaca karya terjemahan. Masalah memaknai dan memahami apa yang penerjemah coba sampaikan. Pemahaman merupakan sebuah penerimaan yang cermat atas kandungan yang dimaksud dari penyampaian suatu bahasa. Kadang penyampaian yang kurang baik akan menimbulkan resepsi yang kurang baik atau malah tidak tepat, sehingga pemahaman itu sendiri tidak dapat terjadi karena kemandegan bahasa penyampaian yang tidak sesuai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=107&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/the-oldman-and-the-sea-dalam-dua-penerjemahan-masalah-memaknai-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANTARA REALITAS DAN MIMPI</title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/antara-realitas-dan-mimpi/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/antara-realitas-dan-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 03:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[ANTARA REALITAS DAN MIMPI DALAM
SELUAS LANGIT BIRU DAN SHOPAHOLIC TIES THE KNOT
 
 
To live hapily, “it’s every girl’s dream”
Masalah perempuan di Indonesia sesungguhnya begitu banyak membutuhkan perhatian. Sebut saja mulai dari masalah TKW, perdagangan perempuan dan anak, dan lain sebagainya. Akan tetapi pemberitaan mengenai hal tersebut dirasa kaku dan menyebabkan orang tidak terlalu peka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=105&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="EN-US">ANTARA REALITAS DAN MIMPI DALAM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="EN-US">SELUAS LANGIT BIRU</span></em></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> DAN <em>SHOPAHOLIC TIES THE KNOT</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span lang="EN-US"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span lang="EN-US"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><em><span lang="EN-US">To live hapily, “it’s every<span> </span>girl’s dream”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Masalah perempuan di Indonesia sesungguhnya begitu banyak membutuhkan perhatian. Sebut saja mulai dari masalah TKW, perdagangan perempuan dan anak, dan lain sebagainya. Akan tetapi pemberitaan mengenai hal tersebut dirasa kaku dan menyebabkan orang tidak terlalu peka terhadap permasalahan yang demikian. Untuk menceritakan hal-hal seperti itu rasanya tidak harus melulu melalui media pemberitaan. Kita dapat mengemasnya dalam bentuk lain, seperti dalam bentuk karya fiksi cerpen atau mungkin novel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Sesungguhnya hingga saat ini banyak penulis perempuan yang telah mencoba menuliskan cerita mengenai permasalahan di sekitar perempuan juga. Akan tetapi, novel-novel yang ada khususnya yang menceritakan tentang perempuan, hanya bercerita seolah-olah perempuan tidak menghadapi permasalahan besar yang menyangkut dengan masalah-masalah yang pelik. Novel bergenre Chicklit merupakan salah satunya. Novel-novel chicklit merupakan novel yang memang menempatkan perempuan sebagai tokoh utama dengan beragam permasalahan yang pada dasarnya memang dihadapi oleh para perempuan itu sendiri. Rata-rata hanya bercerita tentang perempuan di tengah hal-hal kecil dan sepele.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Bagaimana rasanya menjadi seorang perempuan yang terlahir di bawah naungan nama sebuah keluarga besar pemegang banyak perusahaan besar di negeri ini? Memiliki penampilan fisik sempurna, kecerdasan yang mengagumkan, serta memiliki saudara sepupu yang sedemikian banyaknya dengan beragam karakteristiknya. Itulah gambaran kecil mengenai salah satu tokoh utama dalam novel <em>Seluas langit Biru</em> karya penulis muda Sitta Karina. Adalah Bianca seorang perempuan yang cukup <em>boyish</em>, bercita-cita menjadi seorang jurnalis tiba-tiba dijodohkan oleh neneknya dengan Sultan Syahrizki seorang pewaris dan pemilik perusahaan Mata Cakra. Adapun tujuan perjodohan ini adalah untuk memperkuat ikatan antara dua perusahaan besar. Bianca yang modern pun takhabis pikir akan keputusan neneknya yang memilihnya menjadi “tumbal” untuk membantu menyelamatkan perusahaan milik kleuarga besar mereka. Selain dihadapkan dengan masalah perjodohan seperti ini, Bianca pun bertemu dengan Aozora lelaki <em>slengean</em> yang taklain adalah adiknya Sultan. Beragam masalah<span> </span>mulai muncul dan menghadapi Bianca, Sultan, Zora, dan beberapa orang di sekitar mereka. Zora yang selama ini selalu merasa menjadi bayang-bayang Sultan pun mulai menolak untuk mundur dari kakaknya ketika ia menyadari bahwa ia mencintai Bianca, dan Bianca pun menyadari hal itu, ia yang selama ini kuat ternyata tetap membutuhkan <em>body guard</em>, partner yang mengerti dirinya lebih dari siapapun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Sedangkan dalam <em>Shopaholic Ties The Knot </em>terdapat Becky sang tokoh utama. Becky adalah seorang perempuan lajang, gila belanja, memiliki karir yang baik. Memiliki seorang Kekasih Luke yang merupakan seorang pengacara. Pada suatu hari Luke, memintanya untuk menikah dengannya, sebuah kebahagiaan baru bagi Becky namun juga mendatangkan beragam kerumitan menjelang pernikahannya tersebut karena orangtua dari kedua belah pihak pun mulai turut ambil bagian dalam rencana pernikahan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Bianca dan Becky, keduanya memiliki karakteristik yang jauh berbeda satu sama lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Kisah yang mereka jalani dan hadapi dalam novel ini pun tidak dapat dikatakan sama. Namun yang menjadi hal penting untuk digaris bawahi adalah masalah <em>culture</em> yang ada di dalam masing-masing novel ini. Bianca seorang warga negara Indonesia yang lahir ditengah lingkungan budaya keluarga yang tidak sepenuhnya timur dan terhitung begitu hedon karena limpangan harta dan jenis pergaulan kelas atas. Namun nyatanya masih menggunakan sistem perjodohan untuk menyatukan dua perusahaan besar. Bianca pun yang tak kuasa menolak akhirnya pasrah menerima. Ada sebuah alasan yang membuat Bi merasa terikat dan tidak bisa melepas semua ini begitu saja, yaitu keluarga. Mau bagaimana pun nama baik keluarga dan perusahaan keluarga Hanafiah lah yang akan menjadi taruhannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Kehidupan yang sudah terakulturasi dengan budaya barat tidak selamanya membuat orang bisa melepas tanggung jawabnya begitu saja dari keluarga. Lain hal dengan Becky, menjelang pernikahannya orangtua kedua belah pihak masing-masing mengajukan konsep pernikahan bagi keduanya dan sulit untuk diputuskan mana yang akan di pilih. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Dari bagian ini pun saya menangkap bahwa ternyata di luar negeri pun sebebas-bebasnya orang melakukan segala hal, sejauh apapun ia telah lepas dari keluarganya akan tetapi masih ada yang membuat mereka masih merasa terikat dengan keluarganya. Becky tinggal jauh dari orangtuanya, memiliki kekasih dan telah tinggal bersama dengan kekasihnya tersebut. Namun ketika akan menikah pihak keluarga merasa perlu untuk ikut menentukan bagaimana pernikahan mereka nanti. Becky dan Bianca, keduanya masih memiliki kesadaran bahwa keluarga merupakan bagian penting dari hidup mereka. Walaupun mereka memiliki harapan yang lain dan kadang harapan itu harus terus diperjuangkan atau malah dikorbankan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Kisah para perempuan dalam chicklit ini terutama dalam novel karya Sitta Karina rasanya terlalu berlebihan dan dapat dibilang menjual mimpi para perempuan. Sulit untuk menemui seluruh kejadian atau mungkin beberapa kejadian yang ada di dalam novel dalam realitas kehidupan. Padahal pada dasarnya karya fiksi itu harus dapat mengandung unsur kenyataan. Dalam <em>Sopaholic Ties the Knot<strong> </strong></em><span> </span>rasanya cukup menggambarkan bagaimana realitas yang terjadi di luar sana. Kebiasaan tinggal bersama pacar di luar jalur pernikahan, dll karena kita mengetahui sendiri bagaimana budaya di negeri barat yang bertolak belakang dengan budaya timur kita. Tidak salah juga terhadap anggapan yang kurang positif terhadap chicklit yang menyatakan bahwa chicklit hanya membahas hal-hal yang dangkal di permukaan saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><span lang="EN-US">Aisha Shaidra/180110060005</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span lang="EN-US"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=105&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/antara-realitas-dan-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DARI KISAH CINTA KE ASAL-USUL</title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/dari-kisah-cinta-ke-asal-usul/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/dari-kisah-cinta-ke-asal-usul/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 03:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/dari-kisah-cinta-ke-asal-usul/</guid>
		<description><![CDATA[DARI KISAH CINTA KE ASAL-USUL
DALAM DUA CERITA SANGKURIANG DAN WATUGUNUNG
 
 
Legenda merupakan salah satu bentuk cerita prosa rakyat yang diyakini oleh yang empunya cerita merupakan suatu kejadian yang sungguh-sungguh terjadi. Biasanya cerita-cerita legenda ini terjadi pada suatu waktu dan tempat yang belum begitu lampau dan bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang.
Sangkuriang merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=104&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="EN-US">DARI KISAH CINTA KE ASAL-USUL</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="EN-US">DALAM DUA CERITA SANGKURIANG DAN WATUGUNUNG</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Legenda merupakan salah satu bentuk cerita prosa rakyat yang diyakini oleh yang empunya cerita merupakan suatu kejadian yang sungguh-sungguh terjadi. Biasanya cerita-cerita legenda ini terjadi pada suatu waktu dan tempat yang belum begitu lampau dan bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Sangkuriang merupakan salah satu legenda yang terkenal, cerita lisan ini bersifat tradisi dan telah dikenal sejak lama. Sangkuriang yang merupakan folklor masyarakat sunda memang sudah turun-menurun dikisahkan ibu pada anak-anaknya tentang kisah seorang anak yang mencintai ibunya sendiri bahkan hendak menikahinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Tak jauh berbeda dengan Sangkuriang, cerita Watugunung yang berasal dari Bali pun memiliki kisah yang cukup serupa namun taksama. Sangkuriang merupakan anak dari Dayang Sumbi yang merupakan putri yang dilahirkan dari rahim seekor babi yang bernama Céléng Wayungyang yang secara tidak sengaja meminum air seni Baginda Sungging Perbangkara. Lantas karena suatu hal yang boleh dikatakan sebagai pengalaman tidak wajar Dayang Sumbi pun mengandung seorang anak dari seekor anjing hutan bernama Tumang. Bayi tersebut lantas lahir dan tumbuh menjadi seorang anak lelaki yang sehat, pandai berburu dan diberi nama Sang Kuriang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Watugunung merupakan anak dari Dewi Shinta, yang pada usia masih kecil melarikan diri karena dimarahi oleh Dewi Shinta, pada suatu hari ibunya khilaf lalu memukul kepala Watugunung hingga berdarah ketika merebut nasi yang sedang dimasak. Kisah terpisahnya Sang Kuriang dan Watugunung dari ibu mereka masing-masing begitu mirip, mereka pergi karena ibu mereka murka dan memukul kepala mereka dengan centong nasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Kemiripan kisah pada cerita-cerita lisan memang sudah menjadi hal yang lumrah. Legenda sendiri biasanya bersifat migratoris, yakni dapat berpindah-pindah sehingga dikenal luas di beberapa wilayah yang berbeda-beda. Cerita legenda tersebar dalam bentuk pengelompokan yang biasanya berkisar antara satu tokoh atau suatu kejadian tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Kedua cerita legenda ini, Sang kuriang dan Watugunung, menceritakan tentang tokoh dan asal-usul dari sesuatu. Sang Kuriang dan Watugunung, keduanya sama-sama sempat mengalami hal yang serupa sebelum mereka terpisah dari ibunya, yaitu mendapatkan pukulan karena kemarahan dari ibunya masing-masing. Mereka berkelana dalam waktu yang cukup lama dan atas kehendak dewata pula mereka kembali dipertemukan dnegan ibunya msiang-masing namun dengan ingatan dan rasa yang berbeda. Sang Kuriang juga Watugunung sama-sama tidak mengingat bahwa wanita yang mereka temui saat mereka telah dewasa ini adalah ibunya, perasaan yang timbul pun adalah perasaan cinta laki-laki dewasa kepada lawan jenisnya, bukan lagi perasaan yang anak kepada ibu ataupun sebaliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Cerita Sang Kuriang merupakan cerita legenda yang mengisahkan asal-usul terjadinya Tangkuban Perahu, yang saat ini dikenal sebagai salah satu objek wisata terkenal di Jawa Barat. Begitu pun dengan Watugunung, cerita legenda ini juga merupakan asal-usul munculnya Wuku, yang merupakan perhitungan hari bulan. Wuku Watugunung dipercaya memberi pengaruh watak keras hati bagi manusia yang dilahirkan pada wuku tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Asal-usul Wuku ini berawal dari proses pengangkatan dua isteri serta 27 anak Prabu Watu-Gunung ke surga dilakukan satu persatu pada setiap minggu. Inilah permulaan adanya 30 wuku yang dijadikan dasar perhitungan Pawukon atau zodiak Jawa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Rupanya kisah cinta yang tidak hanya terpaut oleh masalah usia tapi juga terpaut oleh pertalian darah memang sudah ada sejak dulu. Beginilah sifat dari cerita yang bermula dari apa yang mungkin direkayasa atau juga bisa dicipta dari apa yang memang sudah pernah terjadi. Di luar segala kemungkinan benar tidaknya atau dapat diyakini tidaknya asal-usul dari suatu benda, nama, tempat, dan sebagainya, legenda adalah salahsatu wujud dari kebudayaan lisan masyarakat negeri ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="right"><strong><span lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="right"><strong><span lang="EN-US">AISHA SHAIDRA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="right"><strong><span lang="EN-US">180110060005</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="right"><strong><span lang="EN-US">SASTRA BANDINGAN</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=104&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/dari-kisah-cinta-ke-asal-usul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUISI, SYAIR, KWATRIN</title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/puisi-syair-kwatrin/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/puisi-syair-kwatrin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 03:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[
MENGENAL DAN MEMBEDAKAN JENIS  SERTA BENTUK DARI: 
PANTUN, SYAIR, DAN KWATRIN



Puisi adalah sebuah karya sastra yang terdiri dari struktur yang tersusun dari bermacam-macam unsur dan sarana kepuitisan. Dari zaman ke zaman puisi selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Hal ini mengingat hakikatnya sebagai karya seni yang selalu terjadi ketegangan antara konvensi dan pembaharuan (inovasi) (Teeuw [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=102&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></strong></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="EN-US">MENGENAL DAN MEMBEDAKAN JENIS <span> </span>SERTA<span> </span>BENTUK DARI: </span></strong></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="EN-US">PANTUN, SYAIR, DAN KWATRIN</span></strong></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;" align="center">
<p style="text-align:center;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="EN-US">Puisi adalah sebuah karya sastra yang terdiri dari struktur yang tersusun dari bermacam-macam unsur dan sarana kepuitisan. Dari zaman ke zaman puisi selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Hal ini mengingat hakikatnya sebagai karya seni yang selalu terjadi ketegangan antara konvensi dan pembaharuan (inovasi) (Teeuw dalam Pradopo).</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="EN-US"><span> </span>Puisi merupakan karangan terikat. Makna terikat disini adalah puisi tersebut sesungguhnya terikat oleh hakikatnya itu sendiri, bukan aturan yang dibentuk oleh sesuatu di luar puisi itu sendiri. Dalam artian aturan di luar puisi itu ditentukan oleh penyair yang membuat dahulu atau masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat pada jenis-jenis puisi lama yang memiliki beragam aturan yang tidak boleh dilanggar.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="EN-US">Pemaknaan puisi sebagai jenis karangan terikat maksudnya adalah terikat oleh banyak baris dalam tiap bait, banyak kata dan suku kata dalam tiap baris, adanya rima, dan irama.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span lang="EN-US">Pantun, Syair, dan Kwatrin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang paling banyak dikenal luas di berbagai wilayah di Indonesia. Pantun lahir dan berkembang di kalangan masyarakat yang akrab dengan alam, dan bentuk pewarisan pantun ini biasanya diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Perkembangan pantun selanjutnya sudah ditransformasikan dalam bentuk budaya tulisan, tidak lagi lisan seperti zaman dahulu.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="EN-US">Zaman dahulu pantun menduduki tempat yang penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Melayu. Pantun banyak digunakan dalam permainan kanak-kanak, dalam percintaan, upacara peminangan dan pernikahan, nyanyian, dan upacara adat. Secara umum setiap tahap kehidupan masyarakat Melayu dihiasi oleh pantun.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="EN-US">Bentuk pantun terdiri atas dua bagian yaitu sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, yang biasanya kerap kali berkaitan dengan alam—hal ini mencirikan budaya agraris masyarakat tersebut—dan biasanya sampiran tidak memiliki hubungan dengan bagian kedua yang merupakan isi dari pantun yang menyampaikan maksud. Dua baris terakhir pada pantun, merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik yang berpola a-b-a-b, pola pantun ini tidak bisa berpola<span> </span>a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-b-a. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Cukup mirip dengan pantun, kwatrin pun merupakan puisi yang terdiri atas empat baris tiap sajaknya. Akan tetapi bedanya kwatrin tidak terikat akan pola seperti pola a-b-a-b yang terdapat pada pantun.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Dalam perkembangannya, kwatrin termasuk dalam jenis puisi baru berdasarkan jumlah baris. Kwatrin dalam sastra melayu sering digunakan sebagai kata-kata sindiran maupun ungkapan atas isi hati yang dituangkan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dalam hal ini nampak tidak ada perbedaan antara pantun dengan kwatrin, akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan dalam hal perpaduan antara lirik dan dialog.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Syair juga merupakan bentuk puisi dalam sastra Melayu lama. Kata syair berasal dari bahasa Arab syu’ur yang berarti perasaan. Dari kata syu’ur, muncul kata syi’ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Namun, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Bentuk syair terdiri dari empat baris serangkap dengan rima a-a-a-a dan a-b-a-b, namun pola yang paling populer adalah a-a-a-a. Tiap baris syair terdiri dari delapan hingga dua belas suku kata. Tiap empat baris membentuk satu bait syair, dan merupakan satu kesatuan arti.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Bait syair yang terdiri dari empat baris agak mirip dengan pantun. Letak perbedaannya adalah, empat baris pantun merupakan dua baris sampiran dan dua baris<span> </span>isi yang berdiri<span> </span>sendiri, sementara bait syair merupakan bagian dari sebuah cerita yang panjang. Syair juga merupakan salah satu bentuk sastra yang sangat populer pada masyarakat Melayu selain pantun.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Isi yang dikandung dalam syair biasanya merupakan falsafah hidup, nasihat, dan tentang keagamaan. Akan tetapi sleain itu adapula syair yang berisikan tentang cerita sejarah, kisah romantis, syair kiasan, dan sebagainya. Syair tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, akan tetapi juga sarat akan pengajaran dan pewarisan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="EN-US">Contoh pantun :</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span>Untuk apa orang ke hulu<br />
Kalau klek sudah berlubang<br />
Untuk apa hamba menunggu<br />
Kalau adik sudah bertunang</span><span lang="EN-US"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span>Hari minggu jalan ke pasar<br />
Disana belanja membeli udang<br />
Hatiku pilu rasa terbakar<br />
Bunga kupuja dipetik orang </span><span lang="EN-US"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span><span lang="IT"></span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span>Habislah buah pisang nangka<br />
Pisang serawak tegak sebatang<br />
Habislah tuah hilanglah muka<br />
Pinangan awak ditolak orang </span><span lang="EN-US"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span><span lang="IT"></span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span>Fajar subuh sudahlah terbit<br />
Tanda hari menjelang siang<br />
Terbakar tubuh dadaku sakit<br />
Adinda kini dipinang orang</span><span lang="EN-US"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span><span lang="IT"></span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span>Galah bukan sebarang galah<br />
Galah orang pemanjat pinang<br />
Salah bukan sebarang salah<br />
Salah abang lambat meminang</span><strong><span lang="EN-US"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span lang="EN-US">Contoh Kwatrin:</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Ada</span><span lang="EN-US"> yang ingin diucapkan angin</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Mungkin dingin. Seperti ada yang ingin diucapkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Mungkin kegelisahan musik yang gemetar</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Pada gitarmu. Seperti deru</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Ada</span><span lang="EN-US"> yang ingin diucapkan angin</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Pada kegelapan. Malam yang mengalirkan badai.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Dan laut pasang. Pada lagumu.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Sebuah balada tak selesai</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Tapi ada yang ingin diucapkan padamu</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Mungkin rindu. Ketika angin itu</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Memberat di ruang tunggu. Dan cuaca pada palka</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Seperti ingin memberhentikan waktu.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span lang="EN-US">Kwatrin Malam </span></strong><span lang="EN-US">-Acep Zamzam Noor –</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span lang="EN-US">Contoh syair :</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Seri Negeri gelaran diberi<br />
Sebuah pulau cantik berseri<br />
Bernaung dibawah sebuah negeri<br />
Raja berdaulat Paduka Seri</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Lautnya biru pantainya indah</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Makam Mahsuri lagenda sejarah<br />
Puteri Melayu tak mudah menyerah</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Tujuh keturunan dimakan sumpah</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Pulau lagenda dimakan sumpah</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Tujuh keturunan tamatlah sudah</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Kini makmur melimpah ruah</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US">Semua penghuni tersenyum megah</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="EN-US">Zaman dulu, karena belum ada tradisi tulis, sajak dibuat agar sesuatu mudah diingat. Begitupun dengan adanya pantun, syair, dan kwatrin. Ketiga jenis puisi ini lahir dari budaya lisan masyarakat untuk berkomunikasi dalam menyampaikan suatu maksud yang tidak secara eksplisit.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-weight:normal;" lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-weight:normal;" lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-weight:normal;" lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-weight:normal;" lang="EN-US">Sumber :</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;" lang="EN-US">http://id.wikipedia.org/wiki/Puisi</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;" lang="EN-US">http://id.wikipedia.org/wiki/Sajak</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;" lang="EN-US">http://id.wikipedia.org/wiki/Pantun</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;" lang="EN-US">melayu online.htm</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-weight:normal;" lang="EN-US">Pengkajian Puisi, Rachmat Djoko Pradopo</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=102&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/29/puisi-syair-kwatrin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lomba Essay Parlemen Tingkat SMA/se-derajat se-Bandung Raya 2009</title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/28/lomba-essay-parlemen-tingkat-smase-derajat-se-bandung-raya-2009/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/28/lomba-essay-parlemen-tingkat-smase-derajat-se-bandung-raya-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 10:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Lomba Essay Parlemen Tingkat SMA/se-derajat se-Bandung Raya 2009
Parlemen Pemuda Indonesia Daerah Bandung
 
Pendahuluan
Negara Indonesia mengadopsi konsepsi trias politika dalam kelembagaan pemerintahan di tingkat pusat. Meskipun tidak sepenuhnya diadopsi secara keseluruhan. Salah satu lembaga yang memiliki peranan penting dalam jalannya proses pemerintahan adalah lembaga legislatif. Lembaga ini secara umum memiliki tugas pokok dalam hal legislasi, pengawasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=92&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Lomba Essay Parlemen Tingkat SMA/se-derajat se-Bandung Raya 2009</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Parlemen Pemuda Indonesia Daerah Bandung</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Pendahuluan</span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Negara Indonesia mengadopsi konsepsi trias politika dalam kelembagaan pemerintahan di tingkat pusat. Meskipun tidak sepenuhnya diadopsi secara keseluruhan. Salah satu lembaga yang memiliki peranan penting dalam jalannya proses pemerintahan adalah lembaga legislatif. Lembaga ini secara umum memiliki tugas pokok dalam hal legislasi, pengawasan dan penganggaran. Lembaga ini merupakan bentuk representasi dari aspirasi rakyat. Namun sayangnya, lembaga yang notabenenya sangat diharapkan oleh rakyat ini sampai saat ini dinilai masih belum berpihak terhadap kepentingan masyarakat sebagai konstituen yang memilihnya. <span> </span>Proses pemilu legislatif yang merupakan pintu awal masuk lembaga legislatif ini juga dinilai masih jauh dari yang diharapkan. </span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Akan tetapi, peran masyarakat sebagai partisipan politik dalam lembaga legislatif hanya sampai pada tahapan rekruitmennya. Setelah sampai pada pintu parlemen, perlahan langkah partisipatif pun mundur. Masyarakat seolah lepas tangan dengan pilihannya sehingga kontrol sosial pun melemah. Hal itu merupakan salah satu cikal bakal terjadinya penyelewengan pada lembaga legislatif kita. Padahal seharusnya masyarakat tidak hanya sebatas mengantarkan para wakil mereka, tetapi juga mengawal mereka sampai selesai menjabat sebagai representasi dirinya di DPR, DPRD Propinsi ataupun DPRD Kabupaten/Kota.</span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Dalam rangka mengungkapkan pemikiran pelajar tingkat SMA/se-derajat mengenai parlemen di tanah air sebagai upaya memberi kontribusi bagi reformasi parlemen maka, kami Parlemen Pemuda Indonesia Daerah Bandung mengajukan suatu kegiatan bertajuk <strong><em>“Lomba Essay Parlemen Tingkat SMA/se-derajat se-Bandung Raya”.</em></strong></span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Maksud dan Tujuan Kegiatan</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Mendorong pelajar tingkat SMA sederajat untuk berfikir kritis dan mampu menyampaikan hasil pemikiranya dengan baik tentang parlemen. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.45pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Sebagai wadah untuk menghimpun aspirasi pelajar dalam mengembangkan bidang keilmuwan (sosial) yang dimilikinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Nama Kegiatan:</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Adapun kegiatan yang akan kami selenggarakan adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">“Lomba Essay Parlemen Tingkat SMA/se-derajat se-Bandung Raya”</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bentuk dan Sasaran Kegiatan</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Lomba essay ini mengangkat tema seputar pemikiran atau gagasan dari pelajar<span> </span>SMA sederajat se – Bandung Raya mengenai parlemen berdasarkan topik yang telah ditentukan. Para peserta yang dinyatakan lulus seleksi sebagai finalis (10 besar) oleh dewan juri, diharuskan mengikuti tahap seleksi selanjutnya. Pada tahap penjurian ini para finalis <span> </span>diminta untuk <span> </span>mempresentasikan hasil tulisannya di hadapan dewan juri. Selanjutnya dewan juri akan melakukan tanya jawab dengan finalis. Adapun tulisan para finalis ini nantinya akan dibukukan oleh panitia, sebagai bentuk kontribusi dan kepedulian nyata kaum muda terhadap bangsa.<span style="color:red;"> </span>Berikut alur<span style="color:red;"> </span>kegiatan<span style="color:red;"> </span>Lomba Essay Parlemen Tingkat SMA/se-derajat se Bandung Raya :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;-->                   </p>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" style='text-align:center;'><b><span lang="EN-US" style='font-size:9pt;'>PENGUMPULAN     KARYA TULIS</span></b></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" style='text-align:center;'><b><span lang="EN-US" style='font-size:10pt;'>SELEKSI     TAHAP I</span></b></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" style='text-align:center;'><b><span lang="EN-US" style='font-size:9pt;'>PENGUMUMAN     10 FINALIS</span></b></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" style='text-align:center;'><b><span lang="EN-US" style='font-size:9pt;'>SELEKSI     TAHAP II PRESENTASI</span><span lang="EN-US"></span></b></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal" align="center" style='text-align:center;'><b><span lang="EN-US" style='font-size:9pt;'>PENGUMUMAN     PEMENANG</span></b></p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<p> <!--[if !vml]--></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="29" height="17"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td><img src="/DOCUME~1/MikMich/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="" width="448" height="265" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Tema Tulisan : </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">“Aku dan Parlemen”</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Topik : </span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:39.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Parlemen Indonesia Harapanku</span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Yang Muda Yang Berparlemen</span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Fenomena Pemilu Legislatif 2009</span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:39.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Jika Aku Menjadi Anggota Parlemen</span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:39.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Perempuan dalam Parlemen</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Ketentuan Lomba</span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Peserta lomba tulisan ini adalah siswa SMA se-derajat se-Bandung Raya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Peserta melampirkan kartu pelajar yang masih berlaku, biodata, dan nomor kontak.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Peserta lomba adalah perseorangan dan hanya diperbolehkan mengirimkan satu tulisan essay.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Peserta harus menulis dengan tema yang telah ditetapkan oleh panitia dan memilih satu dari beberapa topik yang tersedia.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Panjang halaman tulisan antara 5-7 halaman</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Hal-hal yang dinilai dari tulisan adalah format tulisan, kreativitas dan gagasan, topik yang dikemukakan, data dan sumber informasi (akurasi dan relevansi), pembahasan, simpulan dan transfer gagasan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Tulisan yang dikirimkan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk media apapun dan tidak sedang diikutsertakan dalam perlombaan tulisan lainnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Finalis yang terpilih diwajibkan mengikuti<span> </span>presentasi sebagai rangkaian penjurian selanjutnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Pengumuman finalis akan dilaksanakan pada <strong><em>22 Mei 2009</em></strong></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Presentasi hasil tulisan dan proses penjurian </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US">tahap II</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> bagi para finalis akan dilaksanakan pada tanggal <strong><em>24 Mei 2009</em></strong> di tempat yang telah ditentukan oleh panitia.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>11.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Hasil tulisan pemenang akan dipublikasikan </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>12.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Seluruh tulisan yang masuk menjadi hak penuh panitia.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span>13.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Tulisan dikirimkan ke alamat email : <strong><em>parlemenpemuda@yahoo.com </em></strong>paling lambat tanggal <strong><em>17 Mei 2009</em></strong></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> dengan melampirkan formulir pendaftaran.<strong><em></em></strong></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 64.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span>14.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US">Informasi lebih lanjut silahkan lihat di </span><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">www.p</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US">arlemenpemuda09.blogspot.com</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Format Tulisan</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">1. <span> </span>Tata Letak :<strong></strong></span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Tulisan diketik 1.5 spasi pada kertas berukuran A4, (font 12, dengan tipe huruf Times New Roman).</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Batas Pengetikan :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Samping kiri 4 cm</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Samping kanan 3 cm</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Batas atas dan batas bawah masing-masing 3 cm</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 2cm;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Batas pengetikan 2 cm pada bagian bawah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">2. <span> </span>Pengetikan Kalimat</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Alinea baru diketik sebaris dengan baris di atasnya dengan jarak 2 spasi. Pengetikan kutipan langsung yang lebih dari 3 baris diketik 1 spasi menjorok ke dalam dan semuanya tanpa diberi tanda petik.<span style="text-decoration:underline;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">3.<span> </span>Penomoran Halaman</span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Penomoran halaman memakai angka arab dan diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1.5 cm dari tepi atas (1, 2, 3 dst.).</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><span> </span>Contact person</span></em></strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> : Yuanita Utami (081808057540) </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Agil Purnama (02276980568)</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="EN-US"></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=92&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/04/28/lomba-essay-parlemen-tingkat-smase-derajat-se-bandung-raya-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/MikMich/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/03/11/72/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/03/11/72/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 12:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/2009/03/11/72/</guid>
		<description><![CDATA[Duadua di Dua Belas
Aisha Shaidra
 
 
“untuk apa Kau mengajakku tuk turut kegiatan kalian besok siang?”
“kok? Hey, kamu lupa? Besok perayaan hari Ibu! Kita akan melakukan aksi damai, longmarch, seraya membagikan flyer dan bunga pada orang yang kita temui di jalan, setelah itu kita akan mengunjungi panti jompo!”
“iya, Aku tahu…tapi apa untungnya bagiku? Merayakan hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=72&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="EN-US">Duadua di Dua Belas</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Aisha Shaidra</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“untuk apa Kau mengajakku tuk turut kegiatan kalian besok siang?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“kok? Hey, kamu lupa? Besok perayaan hari Ibu! Kita akan melakukan aksi damai, longmarch, seraya membagikan flyer dan bunga pada orang yang kita temui di jalan, setelah itu kita akan mengunjungi panti jompo!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“iya, Aku tahu…tapi apa untungnya bagiku? Merayakan hari ibu? Heh, sehebat apa itu yang namanya Ibu? Sampai ia diberi sebuah hari spesial setiap tahun, sesuci hari perayaan hari besar keagamaan? Kalaupun ada hari untuk yang namanya orangtua, Aku lebih memilih hari nenek!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“nenek juga ibu, ibu dari orang tua kita!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“beda, karena nenekku bukan orangtua dari yang namanya orangtua yang seharusnya Aku miliki!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“ya sudah, dia tak mau ikut, ya sudah, kenapa kamu harus berepot-repot memaksa dia?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“Aku bukannya memaksa, tapi, Aku tak habis fikir, bisa-bisanya ia berkata seperti itu…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“kenapa tidak? Itu mungkin saja, dari apa yang dia lontarkan tadi jelas kok masalahnya, Aku bisa menangkap maksud dan alasannya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“Aku juga faham, Ka! Tapi baru sekali tadi Aku lihat sisi Wina yang lain, dia begitu emosi, dia terlihat seperti seorang pendendam, dari ekspresi wajahnya, lontaran kata-katanya…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“kamu sudah lupa waktu perkenalan saat kita Ospek Jurusan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“memang ada apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">“saat Wina maju memperkenalkan diri…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&quot;">“perkenalkan, nama saya Winidya Narita, tapi nenek saya suka memanggil saya Wina, pun teman-teman saya waktu SMP, SMA…saya berasal dari Bogor, tapi waktu saya masih kecil sempat tinggal di Solo, ya…sampai kelas empat SD saya tinggal di sana. </span></em><em><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Tidak</span></em><em><span style="font-family:&quot;"> banyak yang bisa saya sampaikan, saya rasa itu cukup, terima kasih, ada yang mau bertanya?”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&quot;">“tempat tanggal lahir?”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&quot;">“oh…itu, entahlah secara pasti saya sendiri tidak tahu, tapi yang tertera di akte, dan surat-surat yang memerlukan data seperti itu menyebutkan kalau saya lahir pada tanggal satu November, delapan belas tahun silam.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&quot;">“Tempatnya? Solo?”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&quot;">“…entah, ingatan saya sewaktu lahir sudah hilang, sehingga saya sama sekali tidak dapat mengingat di mana saya dilahirkan, pun orang yang melahirkan saya, entahlah, saya rasa cukup, terima kasih.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Ibu? Apa artinya seorang Ibu? Ketika kita katanya harus selalu mengagungkan namanya setelah Tuhan, ketikan kita harus meyakini bahwa surga tuhan ada di telapak kakinya, ketika kita diajari oleh para pendidik di negara ini bahwa ia adalah sosok yang harus selalu dihormati, ia adalah sosok yang penuh kasih, penuh sayang…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Begitu agungnya sosok seorang Ibu sehingga dalam hadist pun namanya disebut tiga kali berturut-turut barulah nama ayah, sekali kata “ah” kita lontar padanya adalah sebuah dosa besar. Satu keuntungan bagiku, mungkin secara sadar sampai saat ini Aku tak menanggung dosa besar itu, karena Aku tak pernah melontarkan kata “ah” pada seorang ibu, yang sampai sekarang tidak pernah kutahu seperti apa rupa dan dimana rimbanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Aku masih selalu memepertanyakan alasan Aku dipertahankan dalam kandungan seorang perempuan sampai Aku dilahirkan, namun akhirnya Aku ditelantarakan. Untungnya seorang Nenek yang sejatinya tak punya hubungan darah setetes pun denganku sudi membesarkanku. Ia seorang wanita tua yang semakin ringkih dari tahun ke tahun, namun senyum diwajahnya tak pernah ikut menua, itulah obat kebahagiaan abadi yang kupunya, Aku tak punya kuasa tuk menghardiknya dengan beragam kata kasar yang biasa kulontar pada orang-orang yang kurang ajar padaku, kata-kata itu tak pernah keluar dari mulut nenek sebagai bahan ajar padaku, Aku diajarinya tentang kelembutan, keharusan seorang anak perempuan, setidaknya sampai batas usia anak sekolah dasar Aku tumbuh menjadi anak yang penurut, mewarisi kelembutan nenek. Kepindahan kami merupakan titik tolak mulai terjadinya perubahan pada diriku, semakin banyak tanya yang orang lontarkan mengenai keberadaan orangtuaku yang selalu takbisa kujawab, dan tatapan tanya itu hanya bisa kubalas dengan tangis dan berlari ke pelukan nenek, semakin hari Aku semakin mempertanyakan semuanya, dimana orangtua itu? Kenapa orang merasa perlu ada orangtua? Kenapa takpunya orang tua rasanya begitu aib? Padahal apa yang salah? Aku sempat beberapa kali bertanya pada nenek tentang siapa ibuku siapa ayahku, nenek pun hanya bisa menggeleng, sampai akhirnya ia bercerita bahwa Aku adalah bayi yang ditemukannya di sebuah tong sampah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Aku dianggap sampah? Lantas kenapa jika mereka, setidaknya Ia Ibuku itu, kalau menyadari Aku adalah sampah mengapa ia harus menunggu sembilan bulan lamanya? Kenapa tak ia gugurkan saja Aku? Toh akhirnya Aku ia buang? Kalau pun ia tak mau merawat Aku setelah melahirkanku, kenapa tak ia berikan Aku pada sebuah panti? Kenapa harus pada sebuah tong sampah ia titipkan Aku? Siapa yang akan menemukan seorang bayi pada sebuah tong sampah? Kucing? Paling-paling tukang sampah, pemulung! Kalau Aku ditemukan mereka, dan kalaupun mereka mau membawaku, adanya aku </span><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">hanya akan </span><span style="font-family:&quot;">menambah beban hidup mereka!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Ibu, begitu pendeknyakah akalmu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kalau setelah kau simpan aku di tong sampah itu, lantas tak lama kemudian ternyata kau mati tertabrak, atau apa…aku berdoa pada Tuhan semoga ia memaafkan dosamu itu!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kalau ternyata kau masih hidup sampai sekarang, dan keadaanmu tidak lebih sama dengan keadaanku, aku pertanyakan lagi, apa bedanya kalau saat itu aku tetap kau bawa, toh keadaan kita tak jauh berbeda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kalau kau masih hidup dan kau kaya raya, selamat, berarti kau memang telah membuang sial!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Tapi kalau kau masih hidup dan punya keluarga, apalagi punya anak, ingin kupertanyakan seberapa banyak ingatanmu terbang untuk mengingatku yang dulu pernah kau buang? Atau seberapa kuat kau bertahan tuk melupakan aku yang cukup lama mendekam dalam rahimmu itu?</span><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US"> Apakah aku ada aib yang begitu besar hingga hanya pada sebuah tong sampah kau titipkan aku? Apa yang kau katakan pada tong itu saat kau letakkan aku diantara aneka sampah, dan aku masih berbalut darah? Walau aku tak mengingat masa itu, aku bisa membanyangkan dalam beberapa waktu tubuhku ini dijilati lalat, dikerumuni beragam bakteri, dan segala macam hewan yang tak terlihat,, kubanykangan aku yang lemah menggeliat, aku yang lemah tak berdaya ketika tubuh ini dijilati lalat karena amisnya darahmu pada tubuh kecilku!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Ibu, kalau memang sekarang kau masih ada dan punya anak lagi dari rahimmu itu, dan kau mau merawat dan membesarkannya, berarti kau tak kapok melahirkan namun kau kapok untuk membuang anak. Kalau itu terjadi, ada benarnya mungkin latar belakang sperma yang membuahi telurmu lah yang mendorong naluri</span><span style="font-family:&quot;">m</span><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">u tuk membuangku, lantas sekarang kau mau merawatnya—anak yang kau lahirkan lagi itu. Siapa ayahku Ibu? Hanya kau dan tuhan yang tahu! Mungkin disinilah salah satu peran penting seorang ibu, ia yang dapat memberikan keterangan dan kepastian siapa ayah dari anak-anak yang dikandungnya. Dari kejelasan itu mungkin selanjutnya membawa pada keputusan akankah janin itu ia lahirkan, lalu akankah bayi itu ia rawat dan besarkan? Kemudian ia didik dan berikan kasih sayang. Nampaknya jelas kenapa aku termasuk dari bayi yang dibuang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">“Ka, barisan aksi damai kita didahului aksi lain!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">“apa? Aksi dari komunitas lain? LSM? Atau apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">“aksi mereka bertolak belakang dnegan aksi kita! Mereka mempertanyakan sejauh mana peran seorang Ibu? Dan tidak hanya itu, mereka menuntut untuk tidak diberlakukan lagi adanya peringatan hari Ibu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">“ada-ada saja, ada orang yang kamu kenal dari barisan itu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">“ada”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">“siapa?’</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">“Wina.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">Jatinangor , di penghujung 2008</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="EN-US">(Ibu, kalaupun ternyata ada orang-orang seperti ini, Aku katakan batapa beruntungnya memiliki seorang Ibu)</span></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=72&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/03/11/72/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/70/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/70/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 12:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/70/</guid>
		<description><![CDATA[tigabelas di delapan waktu
katakanlah begitu, kami tigabelas dari tigapuluh orang yang mengikuti pealtihan parlementer di sebuah daerah di Lembang, sejak 4 Februari silam&#8230;
tigabelas yang terdiri dari lima perempuan dan sisanya kaum adam
tiga belas yang terpisah dalam tingkat ruang dalam satu bangunan
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=70&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>tigabelas di delapan waktu</p>
<p>katakanlah begitu, kami tigabelas dari tigapuluh orang yang mengikuti pealtihan parlementer di sebuah daerah di Lembang, sejak 4 Februari silam&#8230;</p>
<p>tigabelas yang terdiri dari lima perempuan dan sisanya kaum adam</p>
<p>tiga belas yang terpisah dalam tingkat ruang dalam satu bangunan</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=70&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/70/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>S.E.L</title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/sel/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/sel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 11:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[
Selamat ulang tahun di seribu sembilan ratus delapan puluh&#8230;..
Selamat ulang tahun di seribu sembilan ratus sembilan puluh&#8230;.
Selamat ulang tahun&#8230;di dua ribu&#8230;
Semoga panjang umur
Semoga sgala harap terkabul
Semoga&#8230;semoga&#8230;semoga&#8230;
 
Sampai kapan itu akan berulang dan kembali kudengar dari yang sama, dari yang lain, dari yang baru?
Sampai kapan doa-doa mengalir penuh, baik tulus baik mulus, baik hanya penuh di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=67&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat ulang tahun di seribu sembilan ratus delapan puluh&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat ulang tahun di seribu sembilan ratus sembilan puluh&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat ulang tahun&#8230;di dua ribu&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Semoga panjang umur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Semoga sgala harap terkabul</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Semoga&#8230;semoga&#8230;semoga&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sampai kapan itu akan berulang dan kembali kudengar dari yang sama, dari yang lain, dari yang baru?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sampai kapan doa-doa mengalir penuh, baik tulus baik mulus, baik hanya penuh di mulut, baik batas basa-basi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Hari ini ulang tahunku, belum lama ucapan datang pergi, kembali seperti itu, terima kasih dan anggukan, sedikit sunggingan senyum, sedikit tidak banyak. Bukan pelit atau irit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Belum lama pesan pun bermunculan, bermain kata, kalimat-kalimat panjang, doa lagi, harapan lagi, dorongan, pertanyaan, perintah, penekanan&#8230;tapi semoga-semoga itu tetap ada, bukan mau mengelak dari semoga, bukan bosan, tapi hanya terlampau sering saja, jadi cukup bosan, tapi ya sudah setahun sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Pernah satu tahun sepi, senang tapi juga kehilangan, entah janji lupa serentak jadi pelupa, tak kupikir panjang, tapi ketika hampir petang serentak semua datang, dan hal serta kata yang sepertinya sudah jadi rutinitas kembali kudengar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Satu selamat yang kusuka dan itu datang di dua ribu sekian&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Bukan selamat ulang tahun ini tapi selamat lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">#</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Doni kemarin ditangkap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Lalu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Dia ditangkap polisi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Lalu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Di Sel, biasa aksi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sudah biasa, tapi baru ditangkap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Baru karena aksinya rusuh, Di!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Dia korlap?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Dia titip ucapan, salam dari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ah, ya terima kasih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Dia hanya semalam,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Yaaah&#8230;.selamat balik saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Eh&#8230;selamat pagi, katakan selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">#</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat ya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat, saya sudah mengira. Anak ini memang pintar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat Pak, selamat Bu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat, sama saja seperti kakaknya, ayahnya juga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat lagi, lagi-lagi selamat, juara lagi ya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">##</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat siang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat sore</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat malam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat di jalan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat datang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat jalan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Hati-hati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat adalah harapan, doa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat adalah kata-kata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Panjang pendek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat adalah banyak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ada yang sedikit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat adalah nama&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sampai kapan itu akan berulang dan kembali kudengar dari yang sama, dari yang lain, dari yang baru?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sampai kapan doa-doa mengalir penuh, baik tulus baik mulus, baik hanya penuh di mulut, baik batas basa-basi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Tak benci, bosan saja, hanya itu cukup. Selamat bosan. Aku masuk banyak keluar banyak, ikut banyak, setuju kecewa banyak kadang berimbangs ering pula tak imbang, selamat masuk, selamat tinggal, selamat bosan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Berapa waktu yang telah aku buntuti? Berapa jenis selamat didengar diucap untuk menyelamatkan, untuk membesarkan, untuk sekadar pemanis ucapan, untuk sekadar lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat pagi, adalah kenangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kata termanis yang pernah kudengar dari sebuah mulut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Jelas pada paginya hanya sekali </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sempat berulang, berulang setiap pagi hanya untuk selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Itu dulu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Itu Dia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat pagi yang berbeda, selamat pagi yang memberi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Hanya selamat pagi, tak ada selamat siang, sore, malam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kita bertemu di selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">###</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kamu datang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ya, Tinur yang mengabari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Perjuangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Apalah terserah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kau sudah tidak mau lagi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sudahlah seperti ini, tapi entah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kamu datang&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Untuk?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Menagih janji, untuk hari kemarin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sudah kusampaikan lewat Tinur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Aku beri balas kau dengar?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Harusnya aku yang bilang ya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Tak apa sekali-kali aku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Tinur sampaikan semua?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Tidak tahu aku banyak memotong</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kenapa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Terlalu banyak selamat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Bukannya itu bagus?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Banyak selamat? Tapi apa itu memberi jaminan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Tapi itu doa, harapan banyak orang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Asal tulus aku terima, kalau tidak percuma</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Berbaik sangkalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Berburuk untuk kadang juga tak apa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Baik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Baik&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Boleh aku ucapkan yang cukup lama tak pernah kuucap?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kamu diam itu ya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Dapat dipastikan untuk sekarang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kita bertemu di selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Gara-gara selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sekarang pun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kenapa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kita bertemu di selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Di sel amat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ya di selamat pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Untuk mendengar selamat pagi kita bertemu di sel amat pagi</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=67&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/sel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>untuk seorang &#8216;PutRi&#8217;</title>
		<link>http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/untuk-seorang-putri/</link>
		<comments>http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/untuk-seorang-putri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 11:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aisha shaidra</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashaid.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[
Putri kau begitu menyadari datang dari kerajaan nasib, dan hidup memang selalu terikat dengan nasib, kau disana tetap terikat dengan negeri yang tak mampu terpeta oleh kata, kau merasa dunia telah berbeda, dan kaucela semua dengan kata hina, berhentilah untuk merutuki nasib putri, di dunia baru kau tetap akan bisa seperti didunia kata kita dulu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=63&subd=ashaid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Putri </span><span lang="IN">kau</span><span lang="EN-US"> begitu menyadari datang dari kerajaan nasib, dan hidup memang selalu terikat dengan nasib, kau disana tetap terikat dengan negeri yang tak mampu terpeta oleh kata, kau merasa dunia<span> </span>telah berbeda, dan kaucela semua dengan kata hina, berhentilah untuk merutuki nasib putri, di dunia baru kau tetap akan bisa seperti didunia kata kita dulu, namun jangan lupa satu jangan sampai kau lupa untuk bersyukur!dan jadilah putri yang dinanti oleh para raja, ratu dan seluruh semesta kembalilah suatu saat, pangeranmu akan datang di waktu yang tepat!</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashaid.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashaid.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashaid.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashaid.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashaid.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashaid.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashaid.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashaid.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashaid.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashaid.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashaid.wordpress.com&blog=4747552&post=63&subd=ashaid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashaid.wordpress.com/2009/02/16/untuk-seorang-putri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d1953a22d802e8fa05ab26127a9c220a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>