Monthly Archives: February 2009

tigabelas di delapan waktu

katakanlah begitu, kami tigabelas dari tigapuluh orang yang mengikuti pealtihan parlementer di sebuah daerah di Lembang, sejak 4 Februari silam…

tigabelas yang terdiri dari lima perempuan dan sisanya kaum adam

tiga belas yang terpisah dalam tingkat ruang dalam satu bangunan

Selamat ulang tahun di seribu sembilan ratus delapan puluh…..

Selamat ulang tahun di seribu sembilan ratus sembilan puluh….

Selamat ulang tahun…di dua ribu…

Semoga panjang umur

Semoga sgala harap terkabul

Semoga…semoga…semoga…

Sampai kapan itu akan berulang dan kembali kudengar dari yang sama, dari yang lain, dari yang baru?

Sampai kapan doa-doa mengalir penuh, baik tulus baik mulus, baik hanya penuh di mulut, baik batas basa-basi.

Hari ini ulang tahunku, belum lama ucapan datang pergi, kembali seperti itu, terima kasih dan anggukan, sedikit sunggingan senyum, sedikit tidak banyak. Bukan pelit atau irit.

Belum lama pesan pun bermunculan, bermain kata, kalimat-kalimat panjang, doa lagi, harapan lagi, dorongan, pertanyaan, perintah, penekanan…tapi semoga-semoga itu tetap ada, bukan mau mengelak dari semoga, bukan bosan, tapi hanya terlampau sering saja, jadi cukup bosan, tapi ya sudah setahun sekali.

Pernah satu tahun sepi, senang tapi juga kehilangan, entah janji lupa serentak jadi pelupa, tak kupikir panjang, tapi ketika hampir petang serentak semua datang, dan hal serta kata yang sepertinya sudah jadi rutinitas kembali kudengar.

Satu selamat yang kusuka dan itu datang di dua ribu sekian…

Bukan selamat ulang tahun ini tapi selamat lain

Selamat pagi

#

Doni kemarin ditangkap.

Lalu?

Dia ditangkap polisi

Lalu?

Di Sel, biasa aksi

Sudah biasa, tapi baru ditangkap

Baru karena aksinya rusuh, Di!

Dia korlap?

Dia titip ucapan, salam dari

Ah, ya terima kasih.

Dia hanya semalam,

Yaaah….selamat balik saja

Eh…selamat pagi, katakan selamat pagi

#

Selamat ya…

Selamat, saya sudah mengira. Anak ini memang pintar

Selamat Pak, selamat Bu

Selamat, sama saja seperti kakaknya, ayahnya juga

Selamat lagi, lagi-lagi selamat, juara lagi ya?

##

Selamat pagi

Selamat siang

Selamat sore

Selamat malam

Selamat di jalan

Selamat datang

Selamat jalan

Hati-hati

Selamat adalah harapan, doa

Selamat adalah kata-kata

Panjang pendek

Selamat adalah banyak

Ada yang sedikit

Selamat adalah nama….

Sampai kapan itu akan berulang dan kembali kudengar dari yang sama, dari yang lain, dari yang baru?

Sampai kapan doa-doa mengalir penuh, baik tulus baik mulus, baik hanya penuh di mulut, baik batas basa-basi

Tak benci, bosan saja, hanya itu cukup. Selamat bosan. Aku masuk banyak keluar banyak, ikut banyak, setuju kecewa banyak kadang berimbangs ering pula tak imbang, selamat masuk, selamat tinggal, selamat bosan

Berapa waktu yang telah aku buntuti? Berapa jenis selamat didengar diucap untuk menyelamatkan, untuk membesarkan, untuk sekadar pemanis ucapan, untuk sekadar lainnya.

Selamat pagi, adalah kenangan

Kata termanis yang pernah kudengar dari sebuah mulut

Jelas pada paginya hanya sekali

Sempat berulang, berulang setiap pagi hanya untuk selamat pagi

Itu dulu

Itu Dia

Selamat pagi yang berbeda, selamat pagi yang memberi

Hanya selamat pagi, tak ada selamat siang, sore, malam

Selamat pagi

Kita bertemu di selamat pagi

###

Kamu datang

Ya, Tinur yang mengabari

Perjuangan

Apalah terserah

Kau sudah tidak mau lagi?

Sudahlah seperti ini, tapi entah

Kamu datang…

Ya?

Untuk?

Menagih janji, untuk hari kemarin

Sudah kusampaikan lewat Tinur

Aku beri balas kau dengar?

Harusnya aku yang bilang ya?

Tak apa sekali-kali aku

Tinur sampaikan semua?

Tidak tahu aku banyak memotong

Kenapa?

Terlalu banyak selamat

Bukannya itu bagus?

Banyak selamat? Tapi apa itu memberi jaminan?

Tapi itu doa, harapan banyak orang

Asal tulus aku terima, kalau tidak percuma

Berbaik sangkalah

Berburuk untuk kadang juga tak apa

Baik

Baik…

Boleh aku ucapkan yang cukup lama tak pernah kuucap?

Kamu diam itu ya?

Dapat dipastikan untuk sekarang

Kita bertemu di selamat pagi

Gara-gara selamat pagi

Sekarang pun

Kenapa?

Kita bertemu di selamat pagi

Di sel amat pagi

Ya di selamat pagi

Untuk mendengar selamat pagi kita bertemu di sel amat pagi

Putri kau begitu menyadari datang dari kerajaan nasib, dan hidup memang selalu terikat dengan nasib, kau disana tetap terikat dengan negeri yang tak mampu terpeta oleh kata, kau merasa dunia telah berbeda, dan kaucela semua dengan kata hina, berhentilah untuk merutuki nasib putri, di dunia baru kau tetap akan bisa seperti didunia kata kita dulu, namun jangan lupa satu jangan sampai kau lupa untuk bersyukur!dan jadilah putri yang dinanti oleh para raja, ratu dan seluruh semesta kembalilah suatu saat, pangeranmu akan datang di waktu yang tepat!

ayo…ayo….semangati diri tuk terus bergerak, jangan diam jangan sampai pernah diam!!!!!

aduh, belum lama lagi wall 2 wall ma temen, gak taunya dy bilang cha tipe melankolis…waduw???

segitunyakah???padahal cuma erasa diri lagi down aja, lagi ngerasa lum banyak mealkukan hal2 yang lebih penting dan berguna…ow..ow…

rasanya jadi aneh aja dinilai kayak gtu…padahals ering abnget ngeledek temen2 cowok kalo meeka sangat melankolis bahkan emlebihi saya sendiri, gaktaunya hari ini seseorang berkata demikian…

seorang menunggu tanpa tuju, tanpa arah, tanpa mau

seorang menunggu tanpa gerak, tanpa tindak, tanpa bahasa

tanpa ada upaya, hanya menunggu yang takjelas, takpasti, mungkin juga taknyata…