Selamat ulang tahun di seribu sembilan ratus delapan puluh…..
Selamat ulang tahun di seribu sembilan ratus sembilan puluh….
Selamat ulang tahun…di dua ribu…
Semoga panjang umur
Semoga sgala harap terkabul
Semoga…semoga…semoga…
Sampai kapan itu akan berulang dan kembali kudengar dari yang sama, dari yang lain, dari yang baru?
Sampai kapan doa-doa mengalir penuh, baik tulus baik mulus, baik hanya penuh di mulut, baik batas basa-basi.
Hari ini ulang tahunku, belum lama ucapan datang pergi, kembali seperti itu, terima kasih dan anggukan, sedikit sunggingan senyum, sedikit tidak banyak. Bukan pelit atau irit.
Belum lama pesan pun bermunculan, bermain kata, kalimat-kalimat panjang, doa lagi, harapan lagi, dorongan, pertanyaan, perintah, penekanan…tapi semoga-semoga itu tetap ada, bukan mau mengelak dari semoga, bukan bosan, tapi hanya terlampau sering saja, jadi cukup bosan, tapi ya sudah setahun sekali.
Pernah satu tahun sepi, senang tapi juga kehilangan, entah janji lupa serentak jadi pelupa, tak kupikir panjang, tapi ketika hampir petang serentak semua datang, dan hal serta kata yang sepertinya sudah jadi rutinitas kembali kudengar.
Satu selamat yang kusuka dan itu datang di dua ribu sekian…
Bukan selamat ulang tahun ini tapi selamat lain
Selamat pagi
#
Doni kemarin ditangkap.
Lalu?
Dia ditangkap polisi
Lalu?
Di Sel, biasa aksi
Sudah biasa, tapi baru ditangkap
Baru karena aksinya rusuh, Di!
Dia korlap?
Dia titip ucapan, salam dari
Ah, ya terima kasih.
Dia hanya semalam,
Yaaah….selamat balik saja
Eh…selamat pagi, katakan selamat pagi
#
Selamat ya…
Selamat, saya sudah mengira. Anak ini memang pintar
Selamat Pak, selamat Bu
Selamat, sama saja seperti kakaknya, ayahnya juga
Selamat lagi, lagi-lagi selamat, juara lagi ya?
##
Selamat pagi
Selamat siang
Selamat sore
Selamat malam
Selamat di jalan
Selamat datang
Selamat jalan
Hati-hati
Selamat adalah harapan, doa
Selamat adalah kata-kata
Panjang pendek
Selamat adalah banyak
Ada yang sedikit
Selamat adalah nama….
Sampai kapan itu akan berulang dan kembali kudengar dari yang sama, dari yang lain, dari yang baru?
Sampai kapan doa-doa mengalir penuh, baik tulus baik mulus, baik hanya penuh di mulut, baik batas basa-basi
Tak benci, bosan saja, hanya itu cukup. Selamat bosan. Aku masuk banyak keluar banyak, ikut banyak, setuju kecewa banyak kadang berimbangs ering pula tak imbang, selamat masuk, selamat tinggal, selamat bosan
Berapa waktu yang telah aku buntuti? Berapa jenis selamat didengar diucap untuk menyelamatkan, untuk membesarkan, untuk sekadar pemanis ucapan, untuk sekadar lainnya.
Selamat pagi, adalah kenangan
Kata termanis yang pernah kudengar dari sebuah mulut
Jelas pada paginya hanya sekali
Sempat berulang, berulang setiap pagi hanya untuk selamat pagi
Itu dulu
Itu Dia
Selamat pagi yang berbeda, selamat pagi yang memberi
Hanya selamat pagi, tak ada selamat siang, sore, malam
Selamat pagi
Kita bertemu di selamat pagi
###
Kamu datang
Ya, Tinur yang mengabari
Perjuangan
Apalah terserah
Kau sudah tidak mau lagi?
Sudahlah seperti ini, tapi entah
Kamu datang…
Ya?
Untuk?
Menagih janji, untuk hari kemarin
Sudah kusampaikan lewat Tinur
Aku beri balas kau dengar?
Harusnya aku yang bilang ya?
Tak apa sekali-kali aku
Tinur sampaikan semua?
Tidak tahu aku banyak memotong
Kenapa?
Terlalu banyak selamat
Bukannya itu bagus?
Banyak selamat? Tapi apa itu memberi jaminan?
Tapi itu doa, harapan banyak orang
Asal tulus aku terima, kalau tidak percuma
Berbaik sangkalah
Berburuk untuk kadang juga tak apa
Baik
Baik…
Boleh aku ucapkan yang cukup lama tak pernah kuucap?
…
Kamu diam itu ya?
Dapat dipastikan untuk sekarang
Kita bertemu di selamat pagi
Gara-gara selamat pagi
Sekarang pun
Kenapa?
Kita bertemu di selamat pagi
Di sel amat pagi
Ya di selamat pagi
Untuk mendengar selamat pagi kita bertemu di sel amat pagi