Monthly Archives: September 2008

Ketika lamunan ini terlempar ke atas sana

Entah hanya ilusi dari aku yang sering bermimpi

Nampak ada mereka di dunia di luar sana

Di bawah ini aku memandang dengan penuh heran

Apa laku mereka?

Ada lakon juga di dunia di luar sana?

Seperti apa kenikmatan tinggal di negeri awan?

Adakah benar kerajaan langit itu?

Semakin lama ku lempar pandang ke atas

Semakin gila saja aku mereka khayal

Aku ingin terbang…bisikku lirih

Mari ku ajari kau terbang…

Aku hanya dapat mendengar bisik itu

Bagaimana?

Aku masih bingung…

Aku takut tak bisa pulang…..batinku pelan

Kau tinggal saja di langit

Aku dari tanah..bukan langit

Apa salahnya kalau kau menjadi bagian dari kami?

Karena aku tlah cukup lama berpijak pada bumi

Bumi pun masih jauh di bawah langit!

Aku mencintai seorang lelaki, dan lelaki itu juga mencintaiku. Adalah genap empat tahun yang telah kami lewati, aku dan dia, lelakiku, orang yang selalu dan akan selalu aku cintai.Lelaki ini adalah teman sekolahku, dulu jauh sebelum ia jatuh hati padaku yang telah lebih dulu jatuh hati padanya, ia adalah sosok yang angkuh dan memandangku setengah mata, bahkan mungkin kalau bisa kurang dari itu malah tidak sama sekali. Lelakiku ini adalah seorang lelaki dengan postur tubuh tinggi besar. Sikapnya selalu manis padaku ketika ia telah mengutarakan perasaannya padaku, lain dengan dulu ia sempat mencaciku, menghinaku habis-habisan tanpa melihat tempat dimana ia bisa melecehkanku dengan kata-kata pedasnya itu. Dasar perempuan tidak tahu malu, ngaca dong, lihat tubuhmu yang gendut itu, pendek, jelek sekali kamu! Berani-beraninya suka padaku!.

Siapa sangka hinaan seperti itu dapat bertolak menjadi sebuah pujian yang mengalir terus tanpa henti setiap hari, mia luna, aku yang seharusnya malu, kau gadis cantik yang kumiliki,pujaan hatiku, aku menyesal telah bertindak kasar padamu dulu, maafkan aku manisku….cih kadang aku risih dan jijik mendengarnya karena walau kalimat-kalimat romantis yang sering ia lontar, aku selalu lebih dulu memunculkan bayangannya dulu, bagaimana ia menghinaku seenaknya, mencibir, bahkan sempat dengan sengaja menyiramkan air minum ke mukaku, aku sudah tak punya harga diri lagi saat itu, saat-saat teraniaya, saat-saat tak ada seorang pun yang membela, aku adalah momok bagi semua siswa, terutama dia lelakiku, dan itu adalah dulu, itu masa lalu.

Dan dulu adalah lain dengan sekarang, kini kami telah meninggalkan masa lalu itu, aku tlah memaafkannya yang dulu, yang bersikap seperti itu padaku, aku memaafkannya jauh sebelum ia menyatakan cintanya padaku, pada sebuah sore, pada saat senja hampir tiba….dan tak terasa dalam empat tahun terakhir hubungan kami baik-baik saja, bahkan jauh dari baik, sangat baik banyak orang, teman-teman kami dan juga beberapa saudara yang memuji kesetiaan kami, bagaimana kami menjalin hubungan sedemikian mesranya, dan selalu meninggalkan jejak-jejak cemburu bagi yang melihatnya. Aku mencintai lelaki ini, selalu dan untuk selamanya.

Aku menyukai seorang lelaki, sayangnya ia sama sekali taka tahu apa yang kurasakan padanya, ia ada dan nyata pada sebuah dunia, namun pada dunia lain yaitu duniaku ia hanya serupa bayang dan angan yang mengambang. Masing-masing dari kami memang memiliki dunia yang bebeda, aku dnegan duniaku dan ia dnegan dunianya. Namun terkadang kami dapat saling bertemu pada satu dunia yang umum, dunianya dunia, tempat semua manusia ada, termasuk kami di dalamnya. Ia pertama hadir pada dunia bersama, sata itu aku sama sekali tak menyadari akan adanya ia, entah dengannya apakah tak menyadari pula adanya aku saat itu. Lantas keberadaannya mulai mengusikku saat ia masuk tanpa ada isyarat apapun, ia masuki dunia pribadiku, dunia mimpiku, dunia dengan segala angan dan harapan serta persinggahan akan nyata dan tiada. Dan ia hadir begitu saja, hadir begitu saja, hadir sebagai sosok yang begitu mengenalku, sosok yang mengakrabkan diri denganku. Aku masih ingat kehadiran pertamanya dalam mimpi iu, ia datang pada sebuah saung kecil, dan aku sedang duduk di dalamnya, ia tersenyum, entah slide apa yang terlewat tiba-tiba kami menajdi begtu dekat, aku dan dia mengobrol banyak, tertawa, dan saling menatap. Pada matanya itulah aku terperangkap, matanya yang menunjukkan kedalaman dirinya, dan aku tertarik untuk melihat isinya. Dan mimpi itu terus berkelanjutan, dua malam berturut-turut, selang satu hari mimpi itu kembali terjalin, total aku memimpikannya lima kali sudah. Dan itulah titik tolak aku jadi mencar tahu siapakah lelaki itu, dan sebelum aku mengenalnya dan hanya lewat mimpi itu aku tiba-tiba menyukainya. Tiba pada suatu saat akhirnya aku bertemu dnegannya, dan aku yakin dialah orangnya, orang yang sama, kepribadian yang mirip, penampilan yang sesuai, semuanya seperti apa yang kulihat dalam mimpi itu, aku akhrinya bertemu dnegannya dalam dunia bersama, dunia seluruh manusia. Sayangnya kursa ia tak menyadarinya, apa ia tak merasa telah hadir dalam dunia mimpiku? Begitukah? Oh sungguh tak sopan, enak sekali ia bisa datang dan hadir sebagai sosok yang begitu mengenalku, namun nyatanya disini di dunia bersama ini ia seperti tak menyadari adanya aku disini, aku sakit hati. Tapi anehnya tak pernah sekalipun hati ini ingin mundur dari kisah yang dari awal telah salah, kisah yang kukarang sendiri, kisah mencintai tanpa dicintai.

Aku tak dapat melupakan seorang lelaki, yang pernah hadir dan mengisi penuh seluruh hati ini, berlebihan? Dan miris memang, tapi itu mutlak kurasa, padanya. Ya, ia adalah mantanku, seorang lelaki dengan kepribadian yang sangat luar biasa. Keturunan ningrat, darah biru, masih keturunan raja keraton Jogja sana, seorang Raden Mas, seorang dengan tata karma yang njawi, sopan, lembut, penyayang. Aku sangat menyayanginya, mengagumi sosoknya luar dalam, cakap lahir batin. Pintar dalam makna konotasi juga denotasi. Juara kelas yang tak pernah tertandingi sedari SD, beberapa kali menjuarai kejuaraan Tae Kwon Do, beragam prestasi yang ia dapat tak pernah sekalipun ia tunjukkan dengan sebuah keangkuhan, ia sangat jauh dari kata itu, ia sangat rendah hati.

Semua itu hanya nilai bonus yang kudapat saat menajdi pacarnya. Hal lain yang lebih penting darinya adalah sisi pengertiannya yang sangat luar biasa, dan aura yang terpancar dari tubuhnya selalu mampu menarik perhatian orang dan mudah membuat orang menjadi simpati padanya. Ia pandai menarik perhatian, sampai seluruh penghuni di rumahku begitu merindukan kehadirannya setiap waktu. “mbok ya si Mas mu itu di ajak lagi toh nduk kemari, ibu kok kangen ya pengen ngobrol sama dia…”, itu baru kata ibu belum lagi mbah ku yang begitu menyayanginya, sampai-sampai rasanya aku yang cucu kandungnya saja ia lupakan. “ duh kok ada ya anak sing ganteng, sing baik kayak kamu? Udah pinter, sopan, ramah…walah gak nyesel mbah punya cucu kayak kamu!”, dia hanya terkekeh sambil melirikku, jelas aku sebal “mbah cucu mbah itu aku! Bukan dia, gimana sih mbah ini sebel aku…”, aku merenggut seperti itu mabh hanaya tertawa lepas lupa kalau giginya sudah tangal semua, “ yow is toh nduk, mabh bukannya sing lupa kalo kamu itu yang cucu asli, tapi kan nanti kalau dia sing ajdi mantu di rumah ini ya jadi cucu mbah juga toh?”. Kalau kembali mengingat rentetan kisah kami dulu, obrolan-obrolan di tengah keluarga entah keluargaku atau keluarganya, rasanya kata pisah itu tak akan ada. Ya aku ingat sekali, sangat…bahwa selama kami menjalin hubungan tak pernah sekalipun kami bertengkar, masalah sekecil apapun selalu dapat kami selesaikan dengan baik-baik, ada yang berlaku salah? Sebelum meminta maaf masing-masing sudah memaafkannya saat itu juga. Selama ini aku merasa bahwa dengan hati yang siap dan selalu memaafkan, dan menutup mata serta telinga dari segala permasalahan mampu menghilangkan segala prasangka dan menghindari kami dari pertengkaran, nyatanya? Semua itu menjadi butiran salju yangs emakin menuruni bukit terjal semakin membesar, dan akhirnya? Pisahpun tak dapat di elakkan lagi, padahal sekali lagi kami berpisahpun tanpa emosi, tanpa pertengkaran, entahlah hanya hatinya yang mampu menjawab, untuk satu Tanya yang samapia sekarang amsih terus berputar di benakku, “kenapa kau putuskan aku?”.

2Bcontinued…

Dan perempuan ini pun bersenandung…

I’ve been living with a shadow overhead

I’ve been sleeping with a cloud above my bed

I’ve been lonely for so long

Trapped in the past, I just can’t seem to move on

I’ve been hiding all my hopes and dreams away

Just in case I ever need ‘em again someday

I’ve been setting aside time

To clear a little space in the corners of my mind

All I want to do is find a way back into love

I can’t make it through without a way back into love

I’ve been watching but the stars refuse to shine

I’ve been searching but I just don’t see the signs

I know that it’s out there

There’s got to be something for my soul somewhere

I’ve been looking for someone to shed some light

Not somebody just to get me through the night

I could use some direction

And I’m open to YOUR suggestions

All I want to do is find a way back into love

I can’t make it through without a way back into love

And if I open my heart again

I guess I’m hoping YOU’ll be there for me in the end

There are moments when I don’t know if it’s real

Or if anybody feels the way I feel

I need inspiration

Not just another negotiation

All I want to do is find a way back into love

I can’t make it through without a way back into love

And if I open my heart to YOU

I’m hoping YOU’ll show me what to do

And if YOU help me to start again

YOU know that I’ll be there for YOU in the end

tentang mimpi

Ada yang bilang menaruh harapan pada mimpi adalah orang yang kalah

Adakah ia begitu benarnya?

Sedang aku begitu senang akan menaruh harap dari mimpi yang hadir tiap malam

dan kuingat Serta mimpi yang kubangun sendiri, kala lamunan mengajakku pergi, terbang

Dan sayap ini siap mengepak untuk wujudkan setiap mimpi

Mimpiku begitu terserak, menyerpih dan membaur dengan ombak di lepas pantai sana

Ikut dalam gulungan pasir dan kerikil di atas gunung…

Memijak kaki di Semeru, dan melahap malam di puncaknya

Menjadikan pena dan warna sebagai senjata

Berkelana mengunjungi negeri baru

Memenuhi segala harap dua jiwa yang setia memberi cintanya padaku

Ah…itu hanya sebagian dari sekian mimpi yang kubangun bersama angan

Tapi semuanya ingin selalu kudekap, selalu

Selama aku terbang

Dan semoga sayap ini masih kuat untuk terbang jauh

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!